Inovasi Lilin Aromaterapi dari Kulit Nanas untuk Mengurangi Limbah Organik di Dusun Sukoyuwono

Authors

  • Nikmah Izzatul Mukarromah Universitas Negeri Malang
  • Dhikson Dwi Christiyan Universitas Negeri Malang
  • M Reynaldi Pratama Universitas Negeri Malang
  • Rania Kartika Universitas Negeri Malang
  • Rukshatul Amelia Hasanah Universitas Negeri Malang
  • Nabillah Berlian Alhasny Universitas Negeri Malang
  • Amanda Aprilia P Universitas Negeri Malang
  • Nadinda Dwi Putri Aulya Universitas Negeri Malang
  • Naila Iasa Rahajeng Universitas Negeri Malang
  • Rheyna Diva Risnanda Universitas Negeri Malang
  • Aulia Maulidina Al Zahra Universitas Negeri Malang
  • Bayu Arif Muthoali Universitas Negeri Malang
  • Johana Elsha Cornelia Ari Witarsa Universitas Negeri Malang
  • Nabila Leila Safira Universitas Negeri Malang
  • Raden Ahmad Universitas Negeri Malang
  • Ana Maulidya Kusuma Universitas Negeri Malang
  • R Anggi Arista Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.63011/ijce.v2i1.30

Keywords:

Lilin Aromaterapi, SGDs, Kulit Nanas, Limbah Organik

Abstract

Limbah kulit nanas merupakan limbah organik yang masih belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan, terutama di daerah sentra produksi nanas seperti Dusun Sukoyuwono, Desa Palaan, Kabupaten Malang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah kulit nanas melalui pengembangan lilin aromaterapi yang memiliki nilai tambah ekonomis sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah berbasis prinsip ekonomi sirkular. Metode yang diterapkan meliputi uji coba formulasi produk, sosialisasi, demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi, serta distribusi produk kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa formulasi yang dikembangkan mampu menghasilkan lilin aromaterapi dengan aroma khas nanas, tekstur yang baik, dan tampilan yang menarik melalui pemanfaatan sari serta ampas kulit nanas secara menyeluruh sesuai dengan konsep zero waste. Kegiatan sosialisasi juga memperoleh tanggapan positif dari masyarakat yang tercermin dari meningkatnya pemahaman mengenai pengelolaan limbah organik dan munculnya minat untuk mengembangkan produk sebagai peluang usaha rumahan. Dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku utama, inovasi ini memiliki potensi ekonomi yang baik karena biaya produksinya relatif rendah. Secara keseluruhan, kegiatan ini mendukung penerapan ekonomi sirkular serta memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8, SDGs 12, dan SDGs 13.

References

Akmal Arshad Shidiq1, Parningotan Siregar2, Vira Avriya3, Denny Astrie Anggraini4*, Dwi Nurhaliza5, T. A. R. (n.d.). Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas sebagai Bahan Pembuatan Paper Soap untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Kualu Nenas.

angga Tritisari, Junardi, A. (2024). MENGOPTIMALKAN LIMBAH KULIT NANAS SEBAGAU PRODUK UNGGULAN DI DESA MEKAR JAYA KECAMATAN SAJAD. 03(02), 113–119.

Base, N. H., Pine, A. T. D., Yusriyani, Noena, R. A. N., & Taufiq. (n.d.). Memanfaatan Limbah Kulit Buah Nanas (Ananas comosus) sebagai Minuman Fermentasi yang Menyehatkan (Use of Pineapple Fruit Waste (Ananas comosus) as a Healthy Fermentation Drink).

Febriyanti, L. A., Auliasari, N., & Hanifa, H. L. (2024). Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lilin Aromaterapi Dari Berbagai Tanaman : Literature Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4), 11846–11853. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i4.36889

Garcia-Saravia Ortiz-de-Montellano, C., Samani, P., & van der Meer, Y. (2023). How can the circular economy support the advancement of the Sustainable Development Goals (SDGs)? A comprehensive analysis. Sustainable Production and Consumption, 40(July), 352–362. https://doi.org/10.1016/j.spc.2023.07.003

Leny, L., Nasution, M. P., Iskandar, B., & Sari, M. (2025). Inovasi Penggunaan Limbah Kulit Nanas (Ananas comosus L) untuk Bedak Tabur dan Bedak Padat yang Ramah Lingkungan. Majalah Farmasetika, 10(6), 470–484. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v10i6.67309

Lilin Faidliyah, P., Nilna Minah, F., Poespowati, T., Astuti, S., Kartika, R., Hudha, I., & Kusuma Rastini, E. (2017). Pembuatan Lilin Aroma Terapi Berbasis Bahan Alami. Industri Inovatif, 7(1), 29–34. http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/2955%0Ahttps://eprints.itn.ac.id/2955/1/1062-37-1847-2-10-20170818.pdf

Maya Pattiweal, Amatus Turot, Andreas Adii, Charlie M. Kabo, Fitria Faderbun, Oliv S. Koibur, Y. M. (n.d.). Edukasi dan Praktekk Daur Ulang Sampah Berbasis 3R untuk Meningkatkan Kepedulian Lingkungan.

Nastiti, K. (2021). Reswara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.

Rahmi, C., Noor, M. A., Sukardi, S., Mulasih, S., Lesmana, A. S., Syahreza, A., Nurdin, N., Tohiroh, T., & Saefullah, A. (2024). Menghidupkan Prinsip 3R: Reuse, Reduce, dan Recycle untuk Masa Depan yang Berkelanjutan Di Kelompok Wanita Tani Garuda 12 Cipayung, Ciputat. Journal of Community Research & Engagement, 1(1), 103–112. https://doi.org/10.60023/6dxp4137

Shofi, M. (n.d.). PEMBERDAYAAN ANGGOTA PKK MELALUI PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI.

Ulandari, A., Dumyati, Larasati, D., Aiza, E., Ardiansyah, M. A. F., Rahmadianti, O., Sagita, E., & Maharani, I. (n.d.). emberdayaan Perempuan Melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Menjadi Lilin Aromatik di Desa Menanti Selatan, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim.

Waznah, U., Rahmasari, K. S., Ningrum, W. A., & Slamet. (2021). Bioaktivitas Ekstrak Kulit Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam Sabun Cuci Piring sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana), 3(4), 227–234. https://doi.org/10.24123/mpi.v3i4.4721

Yuandrian, N. P., Kayla Rima Diani, Siti Nur Rohimah, Supriadi, S., & Nita Rusdiana. (2025). Kajian Literatur : Manfaat Sediaan Lilin Aromaterapi Minyak Atsiri. Journal of Public Health Science, 2(2), 267–275. https://doi.org/10.70248/jophs.v2i2.2644

Downloads

Published

08-09-2026