Pemetaan Partisipatif dalam Perbaikan Batas Administrasi Desa pada Kegiatan UM-BBM di Desa Ampeldento Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.63011/ijce.v2i1.37Keywords:
Administrative Boundary, Geographic Information System, Participatory Mapping, Village MapAbstract
Clear village boundaries are essential for effective governance, public services, and spatial planning. This community engagement activity aimed to improve the representation of the administrative boundary of Ampeldento Village through participatory mapping, quantify differences between the previous and corrected boundaries, and produce a map for village use. Data were collected through discussions with village representatives using printed maps, local spatial knowledge, and digital geospatial data. The boundaries were processed and overlaid in a Geographic Information System to identify unchanged, added, and reduced areas. The previous boundary covered 149.488 ha, while the corrected boundary covered 144.272 ha. The unchanged area was 143.782 ha, with 0.490 ha added and 5.706 ha reduced, resulting in a net decrease of 5.216 ha or 3.489%. Changes were concentrated in the southeastern part of the village. Participatory verification improved the clarity and transparency of local boundary information, although formal inter-village verification is still required.
References
Adeswastoto, H., Islah, M., & Saputra, R. (2022). Penyusunan peta desa dalam rangka pengembangan desa di Desa Pulau Terap Kecamatan Kuok. Journal of Engineering Science and Technology Management Social and Community Service, 1(1), 1-5.
Armaita, Larasati, L., Siregar, M., Apsa, M. S. D., Hasibuan, M. A. I., Caniago, R. M., & Rahma, R. (2026). Pembuatan peta wilayah Nagari Tanjung Gadang berbasis pemetaan digital sebagai program kerja KKN di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat, 3(4), 1285-1289.
Badan Informasi Geospasial. (2016). Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 3 Tahun 2016 tentang spesifikasi teknis penyajian peta desa.
Danardono, Saputra, A., Sunariya, M. I. T., Husein, S., Khotib, S. N., & Ridwan, S. (2024). Pemetaan partisipatif potensi untuk arahan pengembangan Desa Patemon Kabupaten Purbalingga. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 341-354. https://doi.org/10.31949/jb.v5i1.7518
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2016 tentang pedoman penetapan dan penegasan batas desa.
Lailissaum, A. (2017). Kebijakan informasi geospasial dalam penataan desa. Dalam Seminar Nasional Geomatika 2017: Inovasi Teknologi Penyediaan Informasi Geospasial untuk Pembangunan Berkelanjutan (hlm. 601-610). Badan Informasi Geospasial.
Lailissaum, A. (2018). Peran informasi geospasial untuk mendukung pembentukan desa. Geomatika, 24(2), 77-88. https://doi.org/10.24895/JIG.2018.24-2.792
Lestari, S. A. P., Susanti, F., Kurniawan, A., & Ridha, R. (2019). Penyusunan peta administrasi dan fasilitas berbasis masyarakat di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Sinergi: Pengabdian UMMAT, 2(1), 22-26.
Nugraha, I., Manan, M., Astuti, P., & Apriadi, A. (2022). The application of participatory mapping to support boundary conflict solving in Indonesia (Study case: Rambah Sub Districts, Riau Province, Indonesia). Journal of Urban and Regional Planning for Sustainable Environment, 1(1), 1-8.
Pamungkas, M. R. F., Karsono, D., Saputra, F. D., & Fachrudin, M. (2025). Pemetaan batas desa sebagai model perencanaan partisipatif di Kabupaten Demak. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, 5(1), 11-20. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v5i1.6278
Puspo, T. R., Saputro, R., Sulistya, A. R., Ramlah, Sari, Y. A., Hayati, K., Wibowo, A., Shabina, N. I. P., & Palupi, A. R. (2025). Pemetaan partisipatif batas administrasi dusun di Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Spatial: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, 24(2), 179-190. https://doi.org/10.21009/spatial.242.008
Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2011 tentang informasi geospasial.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa.
Saputra, R., Zibar, Z., Raynaldo, A., Shofiyah, S. S., Marista, E., & Linda, R. (2022). Pemetaan sebaran prasarana dan batas Desa Pampang Harapan Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Pasopati, 4(4), 240-244.
Saputra, R., Munandar, R. K., Santoso, H., Zibar, Z., Dodi, Al-Fikri, S. H., Hafidz, M., Ramadhani, H., & Lestari, F. P. (2025). Pemanfaatan teknologi geospasial dalam pemetaan batas dusun dengan pendekatan partisipatif masyarakat (Studi kasus Desa Masbangun Kabupaten Kayong Utara). Jurnal Pasopati, 7(1), 12-18.
Sardiana, I. K., & Windia, W. P. (2018). Pemetaan partisipatif melalui aplikasi GPS untuk mitigasi konflik batas wilayah: Studi kasus di Desa Adat Nyuh Kuning, Ubud, Bali. Jurnal Kajian Bali, 8(1), 145-158.
Triono, A., Sari, G. K., Farm, M. F., Prastiya, A., Ropik, M., Santi, T. P., Adista, Khasanah, U., Wijayanti, N., Azzahra, M. F., Sholekah, M., Putri, D. A., & Manshurin. (2025). Penyusunan peta desa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ngaringan Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 3(4), 317-323. https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.152
Wardani, Y. K., Anjani, D., Rizki, M., Maulana, M. R. F., Audina, V., Maidila, S., Defri, C. N., Lisnaini, Maesaroh, R. S., Farhan, M., & Purnama, S. V. (2026). Pemetaan potensi desa berbasis SIG melalui Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Universitas Lampung di Desa Munca, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 4(3), 981-987. https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i3.4404
Yuliyanto, E., Amelia, R., & Junfithrana, A. P. (2022). Pembuatan peta Desa Margalaksana Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Putra, 2(2), 46-49.


