Pencegahan Stunting melalui Metode Emo-Demo di Desa Glagah, Pakuniran, Probolinggo
DOI:
https://doi.org/10.63011/ijce.v2i2.50Keywords:
Emo-Demo, Kader Posyandu, Stunting, Ibu Balita, PelatihanAbstract
Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui penguatan kapasitas kader Posyandu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu melalui pelatihan metode Emo- Demo agar kader mampu melakukan sosialisasi pencegahan stunting kepada ibu balita di Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi interaktif, diskusi, dan praktik langsung menggunakan pendekatan Emo-Demo. Sasaran kegiatan adalahkader Posyandu sebagai agen edukasi kesehatan di tingkat masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader lebih aktif mengikuti pelatihan, memahami materi stunting dengan lebih baik, dan mampu menyampaikan kembali pesan pencegahan stunting secara lebih menarik serta mudah dipahami. Pelatihan ini juga memperkuat peran kader dalam mendampingi dan mensosialisasikan perilaku pencegahan stunting kepada ibu balita. Dengan demikian, metode Emo-Demo dapat menjadi pendekatan edukatif yang efektif untuk mendukung penguatan kapasitas kader Posyandu dalam upaya pencegahan stunting ditingkat desa.
References
Amud Sunarya, Thaha, A. R., Yandes, J., Juniadi, D., Akbar, Y. M., & Nugroho, S. S. (2024). Factors Contributing to Stunting in Indonesia: A Review. Politeia : Journal of Public Administration and Political Science and International Relations, 2(1), 38–47. https://doi.org/10.61978/politeia.v2i1.213
Ariyanti, R., Susanti, R., Masithah, G, I. A., & Ab, I. (2025). Peningkatan Kapasitas Kader Edukasi Stunting dengan Metode Emo-Demo bagi Keluarga. Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(4), 781–790. https://doi.org/10.35912/yumary.v5i4.3856
Amri, A. F., & Rachmayanti, R. D. (n.d.). Edukasi Emotional Demonstration dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu terhadap Pencegahan Stunting Emotional Demonstration Education to Increase Mother’s Knowledge of Stunting Prevention.
Faizah, A. P., Sartika, R. S., & Muafiah, S. (n.d.). Halaman 73-82 Vol. 1 No. 2 2024 Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Indonesia PENYULUHAN PENDEKATAN EMOTIONAL DEMONSTRATION (EMO-DEMO) JADWAL MAKAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGANDARU, KOTA SERANG.
Nadira, N. A., Amos, J., & Hayati, N. F. (2025). Pemberdayaan Kader Posyandu Balita Terhadap Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Alai. Abdi: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(3), 776–783. https://doi.org/10.24036/abdi.v7i3.1245
Rengganis, A., & Katmini, K. (2021). Application of Theory of Planned Behavior on the Implementation of the Emo Demo Creation of Healthy PMT with Full Nutrition in Posyandu Gedang – Gedang Village Batuputih Sumenep. Journal for Quality in Public Health, 5(1), 19–26. https://doi.org/10.30994/jqph.v5i1.243
Sari, M., Lestari, D., & Hidayah, N. (2022). Efektivitas Edukasi Gizi Metode Emo-Demo terhadap Pengetahuan dan Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(2), 150-158. https://doi.org/10.35473/jgk.v14i2.305
Astuti, S. D., Wulandari, R., & Permatasari, I. (2023). Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Metode Partisipatif. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(1), 45-52. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.2023.3.1.120
Widodo, S., Saputro, A., & Handayani, T. (2024). Inovasi Penyuluhan Kesehatan Berbasis Emotional Demonstration (Emo-Demo) untuk Mengubah Perilaku Ibu Balita. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 19(1), 30-38. https://doi.org/10.14710/jpki.19.1.30- 38
Chabibah, I. F. A., & Agustina, R. (2023). Eksplorasi Peran Kader Posyandu Terhadap Capaian Program Puskesmas Dalam Menurunkan Kejadian Stunting. Amerta Nutrition, 7(2SP), 65–72. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2SP.2023.65-72
Dewey, K. G. (2016). Reducing stunting by improving maternal, infant and young child nutrition in regions such as South Asia: Evidence, challenges and opportunities.


